Bahan cetakan injeksi untuk produk industri

Bahan cetakan injeksi merujuk pada plastik, elastomer, dan polimer teknik yang diproses dan dibentuk melalui proses cetakan injeksi, digunakan untuk memproduksi casing, bagian struktural, komponen fungsional, dan segel.

Deskripsi

Bahan-bahan yang berbeda menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam sifat mekanik, ketahanan panas, ketahanan kimia, kemudahan pengolahan permukaan, dan kesulitan pembentukan; pemilihan bahan harus didasarkan pada fungsi produk, lingkungan operasi, dan persyaratan biaya.

Daftar bahan cetakan injeksi umum:

  1. plastik teknik ABS (akrilonitril-butadien-stiren).
  2. Nilon PA12 (poliamida 12).
  3. Nilon PA6 (poliamida 6).
  4. Nilon PA66 (poliamida 66).
  5. Polikarbonat PC (polikarbonat).
  6. Polyether ether ketone (PEEK) (plastik teknik berkinerja tinggi, tahan panas).
  7. Saigang POM (polyoxymethylene, acetal; juga disebut polyacetal).
  8. polietilen hdpe (polietilen densitas tinggi).
  9. Polietilen LDPE (polietilen densitas rendah).
  10. polivinil klorida (PVC) (polivinil klorida).
  11. Polypropylene PP (Polypropylene).
  12. Polistiren (PS) (polistiren).
  13. Bahan cetakan injeksi (istilah umum).
  14. elastomer termoplastik TPE (elastomer termoplastik).
  15. Polimetil metakrilat (PMMA) (polimetil metakrilat, akrilik).
  16. PPE (atau PPO, polifenilen eter).
  17. Styrene-acrylonitrile (Styrene-acrylonitrile).
  18. Polybutylene terephthalate (PBT) (polybutylene terephthalate).
  19. Polifenilen sulfida (PPS) (polifenilen sulfida).
  20. thermoplastic polyurethane (TPU) (thermoplastic polyurethane).
  21. polimer kristal cair (LCP) (liquid crystal polymer, memiliki kekuatan tinggi dan tahan panas).
  22. karet nitril butadien (NBR) (karet nitril butadien, karet tahan minyak).

Ringkasan kinerja material dan aplikasi tipikal

  1. ABS: memiliki kelenturan cetakan dan finishing permukaan yang baik, cocok untuk elektronik konsumen, casing instrumen, dan bagian dekoratif.
  2. Seri PA (PA12, PA6, PA66): tahan aus dan berdaya tahan tinggi, cocok untuk gigi, bantalan, dan bagian struktural yang menahan beban; PA12 memiliki penyerapan kelembaban yang lebih rendah, cocok untuk aplikasi yang memerlukan stabilitas dimensi.
  3. PC: kekuatan benturan tinggi dan tahan panas, cocok untuk bagian transparan, casing tahan benturan, dan aplikasi dengan persyaratan tahan api.
  4. PEEK: tahan suhu ekstrem dan kimia, cocok untuk bagian fungsional di bidang dirgantara, medis, dan lingkungan suhu tinggi.
  5. POM (Saigang): memiliki kekakuan tinggi dan koefisien gesekan rendah, cocok untuk gigi presisi dan komponen geser.
  6. HDPE, LDPE: stabil secara kimia dan biaya rendah, sering digunakan untuk wadah, pipa, dan bagian struktural umum.
  7. PVC: berbagai opsi ketahanan cuaca dan tahan api, cocok untuk perlengkapan konstruksi, selubung kabel, dll.
  8. PP: ringan dan tahan kimia, cocok untuk casing peralatan, klip, dan perakitan overmolded.
  9. ps: biaya cetakan rendah, sering digunakan untuk produk sekali pakai atau bagian struktural internal.
  10. TPE, TPU: keseimbangan antara elastisitas dan ketahanan aus, cocok untuk segel, area sentuhan lembut, dan bagian peredam.
  11. PMMA: transparan optik dan tahan cuaca, cocok untuk panel transparan dan penutup layar.
  12. ppe, as, pbt, pps: masing-masing memiliki keunggulan dalam ketahanan panas, stabilitas dimensi, komponen elektronik dan listrik, serta aplikasi teknik suhu tinggi, masing-masing.
  13. LCP: Digunakan untuk konektor elektronik frekuensi tinggi dan bagian presisi yang memerlukan kekuatan tinggi dan ketahanan panas tinggi.
  14. NBR: karet tahan minyak, umum digunakan untuk segel dan lingkungan yang bersentuhan dengan minyak.

Titik-titik pemilihan dan saran:

  1. Pilih bahan dengan kekuatan tinggi atau ketahanan tinggi (seperti PC, PA, POM) berdasarkan beban mekanis, keausan, dan persyaratan dampak.
  2. pertimbangkan suhu operasi dan persyaratan tahan api; jika diperlukan, pilih bahan tahan suhu tinggi atau tambahkan formulasi tahan api (seperti PEEK, PPS, atau grade PC tahan api).
  3. Jika diperlukan pelapisan, pengecatan, atau pencetakan, prioritaskan resin yang mudah diolah setelah proses (seperti ABS, PC, ABS).
  4. Bahan yang sensitif terhadap kelembaban (seperti PA) harus dikeringkan sebelum proses injeksi untuk memastikan stabilitas cetakan.
  5. Saat merancang cetakan, pertimbangkan secara komprehensif penyusutan bahan dan aliran, optimalkan pintu cetakan dan sistem pendinginan untuk mengurangi deformasi dan bengkok.
  6. Jika ada persyaratan regulasi untuk aplikasi makanan, medis, atau lingkungan, pastikan bahan memiliki sertifikat kepatuhan yang diperlukan (seperti food-grade, RoHS, REACH).

Pertimbangan cetakan dan pemrosesan:

  1. Parameter cetakan injeksi (suhu, tekanan tahan, kecepatan injeksi) harus disesuaikan sesuai karakteristik bahan; bahan yang sangat kristalin atau berviskositas tinggi umumnya memerlukan suhu leleh dan tekanan tahan yang lebih tinggi.
  2. Elastomer dan karet (TPE, TPU, NBR) memiliki persyaratan yang lebih tinggi untuk desain permukaan cetakan dan gerbang, dan langkah-langkah harus diambil untuk mencegah aliran balik dan benang pada sprue.
  3. Plastik teknik bertekanan tinggi (PEEK, PPS, LCP) memerlukan peralatan dengan kemampuan suhu tinggi selama pemrosesan dan harus menggunakan mesin cetakan injeksi khusus serta desain cetakan yang sesuai.
  4. Bagian dengan persyaratan permukaan tinggi harus lebih fokus pada validasi proses dalam penghalusan cetakan dan keseimbangan aliran.